Kajian Ilmiah Forkim IAIN Parepare Bekali Mahasiswa Menentukan Research Gap dan Novelty Penelitian
FORKIM IAIN PAREPARE – Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Parepare menggelar Kajian Ilmiah secara daring melalui Zoom Meeting, Sabtu (04/07/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pengurus Divisi Artikel dan Jurnal Forkim ini mengangkat tema "Menentukan Masalah, Research Gap, dan Novelty dalam Penelitian." Materi disampaikan langsung oleh Syaifullah, M.SEI., juga merupakan mentor Forkim.
Kajian tersebut diikuti oleh anggota Forkim, serta turut dihadiri mentor dan pendiri Forkim. Diskusi juga berjalan interaktif, dipandu oleh Syaria dari Divisi Artikel dan Jurnal selaku moderator.
Dalam pemaparannya, Syaifullah menjelaskan pentingnya menentukan masalah penelitian berdasarkan fenomena, data, dan hasil penelitian terdahulu. Ia juga menguraikan perbedaan antara research problem, research gap, dan novelty sebagai landasan dalam menyusun penelitian yang lebih terarah.
Tak hanya itu, ia turut membagikan cara menelusuri penelitian terdahulu agar peserta mampu menemukan research gap, merumuskan topik penelitian secara sistematis, serta menghadirkan unsur kebaruan yang dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan.
Ketua Umum Forkim IAIN Parepare Periode 2026–2027, Lutfiyah Mahrusah, berharap kajian ini dapat menjadi bekal bagi anggota Forkim maupun mahasiswa dalam meningkatkan kemampuan riset. Menurutnya, pemahaman mengenai penentuan masalah, research gap, dan novelty penelitian perlu diterapkan dalam penyusunan karya ilmiah agar penelitian yang dihasilkan lebih terarah dan berkualitas.
Salah satu peserta kajian, Mafhul Muta'aly, mengaku memperoleh perspektif baru setelah mengikuti kajian tersebut. "Materi yang disampaikan sangat bermanfaat dan memberikan saya gambaran yang lebih terarah dalam menyusun suatu penelitian," ungkapnya.
Kesan serupa juga disampaikan oleh anggota Forkim, Muh. Sahrul. Menurutnya, materi yang dipaparkan sangat informatif dan mudah dipahami sehingga membantunya memahami perbedaan antara research gap dan research problem, serta pentingnya novelty dalam menghasilkan penelitian yang berkualitas.
"Saya menjadi lebih mengerti cara menemukan research gap, membedakannya dengan research problem, serta pentingnya novelty dalam penelitian. Materi ini sangat membantu sebagai bekal menyusun proposal maupun skripsi agar lebih sistematis dan memiliki kontribusi ilmiah," tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Forkim IAIN Parepare terus mendukung penguatan literasi akademik dan peningkatan kompetensi riset mahasiswa sebagai bagian dari upaya memperkuat budaya ilmiah di lingkungan kampus.
Penulis: M. Anhar

Komentar
Posting Komentar