Postingan

Demisioner Bendahara Forkim IAIN Parepare Publikasi Artikel di Jurnal Sinta 4

Gambar
  Forkim IAIN Parepare —  Mahasiswi semester 8 Program Studi Ekonomi Syariah sekaligus Demisioner Pengurus Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare, Nur Aisya berhasil menerbitkan artikel di Jurnal terindeks Sinta 4 hasil kolaborasi dengan dosen IAIN Parepare.  Aisya, kini tercatat sebagai salah satu penulis dalam artikel berjudul “ Power Relations in Social Interactions Between Lecturers and Students in Final Project Supervision at Islamic Religion Colleges .”  Artikel dipublikasikan di Jurnal SIMBOL (Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya) diterbitkan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung. Artikel tersebut dapat diakses melalui tautan berikut: https://jurnal.pbs.fkip.unila.ac.id/index.php/simbol/article/view/1454  Keterlibatan Aisya dalam penelitian ini bermula saat dirinya menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) pada bulan Agustus. Karena lokasi KKN berada di Parepare, ia masih memiliki kesempatan untuk datang ke kampus d...

Forkim IAIN Parepare Gelar Rapat Kerja Periode 2026-2027: Pertegas Jati Diri sebagai Komunitas Riset dan Karya Ilmiah

Gambar
  Rapat Kerja Forkim Forkim IAIN Parepare – Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Periode 2026-2027, pada Minggu (03/05/2026). Mengusung tema “Kolaborasi Cerdas, Inovasi Tuntas: Bersama Menguatkan Budaya Riset Mahasiswa,” kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Lobby Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare.  Raker tersebut bertujuan merumuskan arah gerak organisasi sekaligus memperkuat sinergi antaranggota dalam menyambut kepengurusan baru. Di dalam sesi pembukaan, Muh. Ilham Jaya, M.Pd., selaku Tokoh Senior Forkim menegaskan bahwa Forkim memiliki karakteristik sebagai komunitas berbasis kesamaan visi dan minat dalam literasi dan riset.  Menurutnya, kekuatan utama Forkim terletak pada orientasi akademik yang berfokus pada pengembangan kapasitas intelektual melalui kegiatan riset dan menulis. “Ideologi komunitas kita berbeda dari organisasi kampus. Ini adalah wadah bag...

Merdeka belajar atau merdeka dari belajar? Potret ironis MI DDI Batulosso

Gambar
  Fahrulkhan Setiap tanggal 2 Mei, kita serempak mengenakan pakaian adat, berdiri tegak di lapangan upacara, dan mendengarkan pidato tentang kebebasan belajar. Namun, di balik riuhnya tepuk tangan di gedung-gedung kementerian, ada kesunyian yang mencekam di ruang-ruang kelas MI DDI Batu Losso tepatnya di Benteng Paremba, Kecamatan Lembang, Kabupaten Pinrang. Di sana, jargon "Merdeka Belajar" terasa seperti bisikan dari planet lain yang tak kunjung mendarat. Hari Pendidikan Nasional seharusnya menjadi momen refleksi yang pahit, bukan sekadar perayaan kosmetik. Jika kita berani jujur melihat ke bawah, kita akan menemukan bahwa wajah pendidikan Indonesia memiliki dua rupa yang sangat kontras: kemewahan teknologi di satu sisi, dan perjuangan bertahan hidup di sisi lain. MI DDI Batu Losso hanyalah satu dari ribuan sekolah di pelosok nusantara yang menjadi saksi bisu betapa lambatnya tangan pembangunan bekerja. Saat anak-anak di kota besar mulai berdiskusi dengan bantuan kecerd...

MBG: Solusi Gizi atau Plot Twist Bagi Pedagang Kecil?

Gambar
  Annisya Saskia Putri Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hadir bak angin segar di tengah hiruk-pikuk janji politik dan ambisi besar menuju Indonesia Emas 2045. Narasi yang dibangun sangatlah idealis: memperbaiki gizi generasi bangsa, menekan angka stunting , hingga meringankan beban ekonomi orang tua. Dalam kacamata komunikasi politik, ini adalah "produk jualan" yang nyaris sempurna populis, menyentuh kebutuhan dasar, dan mudah dicerna oleh masyarakat luas. Namun, di balik kemasan kebijakan yang tampak manis ini, muncul sebuah 'plot twist' yang luput dari sorotan kamera utama pemerintah. Plot twist tersebut hadir di balik pagar-pagar sekolah, tepatnya di lapak-lapak pedagang kantin dan warung kecil sekitar yang selama puluhan tahun telah menjadi ekosistem pendukung kebutuhan pangan siswa. Ketika negara mengambil alih peran penyedia makanan secara terpusat, terjadi pergeseran ekonomi yang justru menjadi 'kejutan pahit' bagi rakyat kecil yang menggantungkan...

Media Digital dan Media Pers sebagai Pembentuk Opini Publik dalam Komunikasi Politik

Gambar
Penulis: Selviana Era digital saat ini, pola komunikasi politik mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sebelumnya, penyampaian informasi politik lebih banyak dilakukan melalui media konvensional seperti televisi, surat kabar, dan radio, yang memerlukan waktu dan biaya untuk diakses serta memiliki jangkauan terbatas. Pada era saat ini, media sosial dan platform digital seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube menjadi saluran utama dalam menyampaikan pesan politik. Keunggulan utama dari media digital adalah kemampuan menyebarkan informasi secara cepat dan menjangkau masyarakat luas tanpa batas geografis. Masyarakat juga dapat mengakses berbagai informasi kapan saja dan di mana saja, sehingga proses komunikasi politik menjadi lebih interaktif. Namun, perubahan teknologi ini juga membawa tantangan besar, seperti penyebaran berita palsu (hoaks), disinformasi, dan opini yang sengaja disusun untuk memanipulasi persepsi masyarakat. Penyebaran berita yang tidak terverifikasi dapat...

Media Pers dan Kekuatan Membentuk Opini Publik

Gambar
  Penulis: Samira Febriani Sakinah Pada zaman digital saat ini, media massa tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga berperan dalam membentuk opini publik. Melalui berita, editorial, acara talk show politik, hingga framing isu, media mampu memengaruhi persepsi masyarakat terhadap realitas politik. Hal ini menjadikan media sebagai kekuatan penting dalam komunikasi politik. Fenomena ini menunjukkan bahwa media memiliki peran strategis dalam komunikasi politik karena dapat menentukan isu mana yang dianggap penting oleh publik ( agenda setting ), bagaimana suatu isu dipahami ( framing ), serta bagaimana citra tokoh dan kebijakan politik dibangun di hadapan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan media sebagai pembentuk opini menjadikannya kekuatan penting dalam komunikasi politik, sekaligus menuntut tanggung jawab etis agar informasi yang disampaikan tidak menjadi alat penggiringan opini semata, tetapi tetap berorientasi pada kebenaran dan kepentingan publik. Sebagai c...