Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2026

MBG: Solusi Gizi atau Plot Twist Bagi Pedagang Kecil?

Gambar
  Annisya Saskia Putri Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hadir bak angin segar di tengah hiruk-pikuk janji politik dan ambisi besar menuju Indonesia Emas 2045. Narasi yang dibangun sangatlah idealis: memperbaiki gizi generasi bangsa, menekan angka stunting , hingga meringankan beban ekonomi orang tua. Dalam kacamata komunikasi politik, ini adalah "produk jualan" yang nyaris sempurna populis, menyentuh kebutuhan dasar, dan mudah dicerna oleh masyarakat luas. Namun, di balik kemasan kebijakan yang tampak manis ini, muncul sebuah 'plot twist' yang luput dari sorotan kamera utama pemerintah. Plot twist tersebut hadir di balik pagar-pagar sekolah, tepatnya di lapak-lapak pedagang kantin dan warung kecil sekitar yang selama puluhan tahun telah menjadi ekosistem pendukung kebutuhan pangan siswa. Ketika negara mengambil alih peran penyedia makanan secara terpusat, terjadi pergeseran ekonomi yang justru menjadi 'kejutan pahit' bagi rakyat kecil yang menggantungkan...

Media Digital dan Media Pers sebagai Pembentuk Opini Publik dalam Komunikasi Politik

Gambar
Penulis: Selviana Era digital saat ini, pola komunikasi politik mengalami perubahan yang sangat signifikan. Sebelumnya, penyampaian informasi politik lebih banyak dilakukan melalui media konvensional seperti televisi, surat kabar, dan radio, yang memerlukan waktu dan biaya untuk diakses serta memiliki jangkauan terbatas. Pada era saat ini, media sosial dan platform digital seperti Facebook, Twitter, Instagram, dan YouTube menjadi saluran utama dalam menyampaikan pesan politik. Keunggulan utama dari media digital adalah kemampuan menyebarkan informasi secara cepat dan menjangkau masyarakat luas tanpa batas geografis. Masyarakat juga dapat mengakses berbagai informasi kapan saja dan di mana saja, sehingga proses komunikasi politik menjadi lebih interaktif. Namun, perubahan teknologi ini juga membawa tantangan besar, seperti penyebaran berita palsu (hoaks), disinformasi, dan opini yang sengaja disusun untuk memanipulasi persepsi masyarakat. Penyebaran berita yang tidak terverifikasi dapat...

Media Pers dan Kekuatan Membentuk Opini Publik

Gambar
  Penulis: Samira Febriani Sakinah Pada zaman digital saat ini, media massa tidak lagi sekadar menyampaikan informasi, melainkan juga berperan dalam membentuk opini publik. Melalui berita, editorial, acara talk show politik, hingga framing isu, media mampu memengaruhi persepsi masyarakat terhadap realitas politik. Hal ini menjadikan media sebagai kekuatan penting dalam komunikasi politik. Fenomena ini menunjukkan bahwa media memiliki peran strategis dalam komunikasi politik karena dapat menentukan isu mana yang dianggap penting oleh publik ( agenda setting ), bagaimana suatu isu dipahami ( framing ), serta bagaimana citra tokoh dan kebijakan politik dibangun di hadapan masyarakat. Oleh karena itu, keberadaan media sebagai pembentuk opini menjadikannya kekuatan penting dalam komunikasi politik, sekaligus menuntut tanggung jawab etis agar informasi yang disampaikan tidak menjadi alat penggiringan opini semata, tetapi tetap berorientasi pada kebenaran dan kepentingan publik. Sebagai c...