Demisioner Pengurus Forkim IAIN Parepare ini Tambah Deretan Lulusan Jalur Publikasi Artikel di Jurnal SINTA 3
![]() |
| Aulia Rahmat |
FORKIM IAIN PAREPARE — Deretan demisioner Pengurus Forum Kajian Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare yang menyelesaikan studi melalui jalur publikasi artikel ilmiah kembali bertambah.
Kali ini, Aulia Rahmat, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) sekaligus demisioner Pengurus Divisi Opini & Berita Forkim IAIN Parepare periode 2024–2025, berhasil menyelesaikan studinya melalui publikasi artikel pada jurnal nasional terindeks SINTA 3.
Artikel ilmiah karya Aulia berjudul "Mapping the Anti-Online Gambling Discourse on Ferry Irwandi's YouTube Channel," diterbitkan dalam Jurnal Peurawi: Media Kajian Komunikasi Islam pada 30 Juni 2026. Publikasi tersebut menjadi salah satu syarat penyelesaian studi yang berhasil ia penuhi. Dapat diakses melalui link: https://comms.ar-raniry.ac.id/peurawi/article/view/312
Perjalanan penyusunan artikel dimulai setelah penelitian selesai dan seluruh data berhasil dikumpulkan. Aulia kemudian menyusun artikel berdasarkan hasil penelitiannya dengan memperkaya kajian melalui berbagai referensi ilmiah, sebelum menyesuaikan naskah dengan template jurnal tujuan dan mengajukannya untuk proses publikasi.
Setelah melewati proses penelaahan (review) yang cukup panjang, artikelnya akhirnya dinyatakan layak terbit. Aulia mengaku bersyukur karena seluruh proses yang membutuhkan waktu tersebut membuahkan hasil yang memuaskan sekaligus mengantarkannya menyelesaikan studi.
"Kendala terbesar yang saya rasakan justru setelah artikel disubmit. Menunggu tanpa mengetahui perkembangan proses publikasi membuat saya sempat khawatir, apakah artikel sudah direview, perlu revisi, atau bahkan sudah diterima," ungkapnya.
Meski demikian, pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga baginya. Ia belajar untuk lebih sabar dan memahami bahwa proses publikasi ilmiah memang membutuhkan waktu. Selain itu, ia menyadari pentingnya menjaga kualitas artikel selama proses revisi hingga akhirnya diterbitkan.
Aulia juga menilai bahwa keterlibatannya di Forkim memberikan kontribusi besar terhadap pencapaian akademiknya. Lingkungan organisasi yang mendukung membuat dirinya terus termotivasi untuk belajar, berdiskusi, menulis, serta mengikuti berbagai kegiatan pengembangan akademik.
"Kepada teman-teman Forkim, jangan takut mencoba dan jangan takut direvisi, karena semua itu adalah bagian dari proses belajar," pesannya.
Ia berharap Forkim terus menjadi ruang belajar yang nyaman dan mampu melahirkan lebih banyak mahasiswa berprestasi yang membawa nama baik organisasi maupun kampus.
Penulis: Nahdiah Rasid

Komentar
Posting Komentar