Demisioner Pengurus Forkim IAIN Parepare Berhasil Lulus Jalur Publikasi Artikel di Jurnal Terindeks SINTA 4

 

Nurfadila Laupa

Forkim IAIN Parepare — Nurfadila Laupa, Demisioner Pengurus Divisi Opini dan Berita Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare periode 2024-2025 yang juga merupakan mahasiswi semester 8 Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Parepare,  menambah daftar prestasi mahasiswa Forkim dengan menerbitkan artikel ilmiah pada jurnal terindeks SINTA 4. 

Artikel tersebut diterbitkan pada Jurnal Universitas Garut Hasil Pemikiran dan Penelitian dengan judul “Analisis Respon Netisen Terhadap Program Makan Bergizi Gratis di Youtube Tempo.co.”

Artikel dapat diakses melalui:
https://journal.uniga.ac.id/index.php/JK/index

Proses penyusunan artikel hingga terbit ditempuh Nurfadila dalam waktu sekitar empat bulan pascaseminar proposal. Artikel yang ia susun resmi terbit pada tanggal 30 April 2026.

Selama proses tersebut, Nurfadila mengaku kendala nya itu pada revisi dari reviewer jurnal juga jadi tantangan tersendiri. Tapi semua kendala itu justru jadi pembelajaran besar buat saya tentang ketekunan dan sabar untuk bisa sampai titik terbit.

Publikasi artikel ini sekaligus menjadi syarat penyelesaian studi bagi Nurfadila. Ia menyampaikan bahwa bekal yang diperolehnya selama bergabung di Forkim. Forkim itu rumah kedua buat belajar soft skill terutama bidang penulisan KTI dan berita, manajemen waktu. Dan juga bagaimana antar anggota saling merangkul untuk tetap dalam satu lingkar di forkim.

Di akhir, Nurfadila berpesan kepada teman-teman mahasiswa khususnya Anggota Forkim untuk maksimalkan masa-masa di organisasi untuk belajar dan membangun relasi. Jangan takut ambil tantangan, termasuk penelitian atau lomba. Prestasi akademik dan organisasi itu bisa jalan bareng kalau kita pinter atur waktu dan niatnya lurus. Semangat terus berkarya dan jaga nama baik Forkim. Kita bisa jadi mahasiswa yang aktif organisasi tapi juga berprestasi.

“Jangan takut mengambil tantangan. Akademik dan organisasi bisa berjalan beriringan jika kita mampu mengatur waktu dan terus semangat berkarya.” Ujarnya

Penulis: Hasmita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dulu Pemberontakan Fisik, Kini Perang Wacana: Apakah Kita Sedang Mengulangi G30S Versi Digital?

The Wonderful Of Morowali

Optimalisasi Penulisan Ilmiah Mahasiswa: Forkim IAIN Parepare Sukses Gelar Kajian Spesial Mendeley untuk Umum