Forkim IAIN Parepare Gelar Rapat Kerja Periode 2026-2027: Pertegas Jati Diri sebagai Komunitas Riset dan Karya Ilmiah

 

Rapat Kerja Forkim


Forkim IAIN Parepare – Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare sukses menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Pengurus Periode 2026-2027, pada Minggu (03/05/2026).

Mengusung tema “Kolaborasi Cerdas, Inovasi Tuntas: Bersama Menguatkan Budaya Riset Mahasiswa,” kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Lobby Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) IAIN Parepare. 

Raker tersebut bertujuan merumuskan arah gerak organisasi sekaligus memperkuat sinergi antaranggota dalam menyambut kepengurusan baru.

Di dalam sesi pembukaan, Muh. Ilham Jaya, M.Pd., selaku Tokoh Senior Forkim menegaskan bahwa Forkim memiliki karakteristik sebagai komunitas berbasis kesamaan visi dan minat dalam literasi dan riset. 

Menurutnya, kekuatan utama Forkim terletak pada orientasi akademik yang berfokus pada pengembangan kapasitas intelektual melalui kegiatan riset dan menulis.

“Ideologi komunitas kita berbeda dari organisasi kampus. Ini adalah wadah bagi orang-orang dengan visi yang sama untuk mencapai tujuan bersama,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap program kerja harus berorientasi pada peningkatan kemampuan riset dan penulisan agar memberikan dampak nyata bagi pengembangan individu maupun kolektif.

“Tujuannya hanya satu, untuk memperdalam kemampuan dan pengetahuan. Forkim itu adalah riset dan menulis. Rapat kerja harapannya memperhatikan definisi untuk memperdalam kemampuan riset dan menulis tersebut,” tambah Ilham, memperjelas orientasi komunitas ke depan.

Sejalan dengan itu, Ketua Umum Forkim, Lutfiyah Mahruzah, menyampaikan harapannya agar program kerja yang dirancang mampu mendorong perkembangan organisasi secara berkelanjutan.

“Harapannya dengan adanya rancangan program kerja, Forkim ke depannya lebih berkembang,” ungkapnya.

Raker ini juga mengidentifikasi tiga peran utama dalam struktur kerja, yakni konseptor sebagai penyedia wadah belajar, eksekutor sebagai pelaksana kegiatan riset, serta akselator sebagai pemacu percepatan program. 

Pertemuan ditutup dengan kesepakatan untuk mengadakan evaluasi rutin setiap bulan guna memastikan program berjalan sesuai dengan ideologi komunitas.


Penulis: Umi Kalsum Y

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dulu Pemberontakan Fisik, Kini Perang Wacana: Apakah Kita Sedang Mengulangi G30S Versi Digital?

The Wonderful Of Morowali

Optimalisasi Penulisan Ilmiah Mahasiswa: Forkim IAIN Parepare Sukses Gelar Kajian Spesial Mendeley untuk Umum