Forkim IAIN Parepare Gelar Kajian Ilmiah untuk Bangun Tradisi Berpikir Kritis dan Budaya Menulis Mahasiswa

 


Forkim IAIN Parepare - Forum Riset dan Karya Ilmiah Mahasiswa (Forkim) IAIN Parepare menggelar Kajian Ilmiah yang diinisiasi oleh Divisi Opini dan Berita di Meeting Room LP2M IAIN Parepare, Sabtu (16/05/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Epistemologi dan Tradisi Menulis di Barat dan Islam,” dengan menghadirkan Trian Fisman Adisaputra, S.E., M.M., sebagai pemateri. Ia merupakan dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) IAIN Parepare.

Sebanyak 18 anggota Forkim turut mengikuti kajian tersebut. Dalam pemaparannya, Trian menjelaskan bahwa epistemologi berperan dalam membentuk cara pandang manusia terhadap pengetahuan. Menurutnya, epistemologi Barat berkembang melalui pendekatan ilmiah yang kemudian melahirkan tradisi akademik modern.

Ia juga menjelaskan bahwa epistemologi Islam dan Timur tidak hanya bertumpu pada rasio, tetapi juga mempertimbangkan pengalaman hidup, kebijaksanaan, spiritualitas, serta harmoni dengan alam. Tradisi menulis di Timur pun diwariskan melalui cerita, simbol, petuah, dan tradisi lisan.

“Dalam epistemologi, akal bisa saja salah dalam menilai. Karena itu, indra, akal, dan jiwa harus berjalan selaras agar manusia mampu memahami pengetahuan secara utuh,” ujar Trian.

Sementara itu, Ketua Umum Forkim IAIN Parepare periode 2026–2027, Luthfiyah Mahrusah, menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini penting bagi mahasiswa untuk melatih kemampuan berpikir kritis, memperkuat budaya literasi, serta menumbuhkan kesadaran bahwa menulis bukan sekadar menuangkan kata-kata, melainkan bagian dari tradisi keilmuan dan peradaban di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan arus informasi digital yang semakin pesat.

Salah satu peserta kajian, Usnul Fadilah, mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai perbedaan cara pandang Barat dan Islam dalam mengembangkan ilmu pengetahuan. Ia juga merasa termotivasi untuk lebih aktif membaca, menulis, dan berpikir kritis dengan tetap menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam menuntut ilmu.

Kesan positif turut disampaikan peserta lainnya, Mahlil Muhammad. Menurutnya, kajian seperti ini penting untuk memperkuat kualitas dan kebermaknaan tulisan mahasiswa di masa mendatang.

“Menurut saya, kajian seperti ini sangat penting dan perlu diperbanyak karena dapat memperkuat bangunan serta kebermaknaan tulisan kita ke depannya. Kita jadi memahami makna menulis dan alasan mengapa menulis itu benar-benar penting,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Forkim IAIN Parepare diharapkan dapat terus menjadi ruang pengembangan literasi, diskusi ilmiah, dan wadah bagi mahasiswa dalam membangun tradisi berpikir kritis serta budaya menulis yang lebih kuat di tengah perkembangan zaman.

Penulis: Hasmita

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dulu Pemberontakan Fisik, Kini Perang Wacana: Apakah Kita Sedang Mengulangi G30S Versi Digital?

The Wonderful Of Morowali

Optimalisasi Penulisan Ilmiah Mahasiswa: Forkim IAIN Parepare Sukses Gelar Kajian Spesial Mendeley untuk Umum