Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025

Gadget vs Buku: Siapa yang Menang di Hati Mahasiswa?

Gambar
 Gadget vs Buku: Siapa yang Menang di Hati Mahasiswa? Di era serba digital, gadget menjadi teman setia mahasiswa dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Dari bangun tidur hingga menjelang malam, layar ponsel hampir tak pernah lepas dari genggaman. Media sosial, gim, dan video singkat seolah lebih menarik dibandingkan membaca buku yang membutuhkan fokus lebih lama. Akibatnya, budaya literasi perlahan tergeser dan tingkat minat baca mahasiswa mengalami penurunan yang cukup signifikan. Bahkan dalam percakapan sederhana, sering kali mahasiswa langsung bertanya tanpa membaca keseluruhan pesan atau instruksi terlebih dahulu. Fenomena ini menunjukkan bagaimana kebiasaan membaca yang teliti mulai memudar. Perubahan perilaku ini perlu dikaji agar tidak semakin menjauhkan mahasiswa dari kebiasaan literasi yang mendalam. Kemerosotan minat baca tidak bisa dilepaskan dari perkembangan teknologi yang begitu pesat. Gadget yang awalnya diciptakan untuk mempermudah akses informasi justru membuat ban...

Dulu Pemberontakan Fisik, Kini Perang Wacana: Apakah Kita Sedang Mengulangi G30S Versi Digital?

Gambar
Setiap akhir September yang bertepatan pada tanggal 30, kita diajak mengingat kembali peristiwa G30S salah satu bab tergelap dalam sejarah Indonesia sebagai bentuk refleksi masalalu. Jika dulu perpecahan lahir dari kekuatan militer bayangan, maka kini ia tumbuh dari kekuatan algoritma dan hoaks yang tersebar tanpa kendali. Pertanyaannya: apakah kita sedang mengulangi G30S dalam versi digital?dan Apakah perna terbesit dalam pikiran kita untuk bertanya: apa pelajaran yang benar-benar kita ambil darinya? Apakah kita hanya mengenang, atau juga bercermin? Sejarawan Anhar Gonggong pernah berkata, “Sejarah bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipahami. Bahaya terbesar sejarah adalah ketika kita berhenti berpikir kritis terhadap narasi yang disodorkan.” Ucapan itu terasa sangat relevan hari ini. Sebab, meski tragedi 1965 sudah lama berlalu, pola konflik berbasis narasi ternyata masih terus berulang hanya saja berpindah tempat, dari jalanan ke dunia maya. Jika dulu perebutan pengaruh dilakukan le...